Skip to main content

Cara Mencari Keyword Volume Tinggi Persaingan Rendah untuk SEO

Cara Mencari Keyword Volume Tinggi Persaingan Rendah untuk SEO

Mencari keyword volume tinggi persaingan rendah adalah salah satu langkah paling penting dalam strategi SEO, terutama jika Anda ingin mendapatkan trafik organik tanpa harus bersaing terlalu keras dengan website besar. Banyak pemilik blog, toko online, dan website bisnis sering fokus pada keyword populer, tetapi lupa bahwa kata kunci dengan kompetisi rendah justru sering memberi peluang ranking yang lebih realistis.

Masalahnya, tidak semua keyword dengan volume pencarian besar mudah dimenangkan. Di sisi lain, keyword dengan persaingan rendah belum tentu membawa pengunjung yang tepat. Karena itu, Anda perlu memahami cara memilih keyword yang bukan hanya ramai dicari, tetapi juga sesuai dengan kemampuan website Anda.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari langkah-langkah praktis untuk menemukan keyword potensial, memahami metrik yang penting, dan menghindari kesalahan umum saat riset kata kunci.

Apa Itu Keyword Volume Tinggi Persaingan Rendah?

Secara sederhana, keyword volume tinggi persaingan rendah adalah kata kunci yang cukup sering dicari di mesin pencari, tetapi belum banyak ditargetkan oleh kompetitor kuat. Ini adalah kombinasi ideal karena memberi peluang trafik yang besar dengan tingkat kesulitan ranking yang lebih rendah.

Contohnya, keyword seperti “sepatu lari” mungkin memiliki volume sangat tinggi, tetapi persaingannya juga sangat ketat. Sebaliknya, keyword seperti “sepatu lari untuk pemula wanita” bisa memiliki volume lebih kecil, namun biasanya jauh lebih spesifik dan lebih mudah ditargetkan. Keyword jenis ini sering disebut sebagai long-tail keyword.

Mengapa Keyword Ini Penting untuk SEO?

Menargetkan keyword yang tepat bisa membuat strategi konten lebih efisien. Daripada menghabiskan waktu menulis artikel untuk keyword yang hampir mustahil diraih, Anda bisa fokus pada peluang yang lebih realistis.

Beberapa manfaat menargetkan keyword semacam ini antara lain:

  • Lebih cepat mendapatkan ranking karena kompetisi lebih ringan.
  • Potensi trafik organik lebih stabil dari pencarian yang benar-benar relevan.
  • Tingkat konversi bisa lebih tinggi karena keyword biasanya lebih spesifik.
  • Cocok untuk website baru yang belum punya otoritas domain kuat.

Bagi blog baru, strategi ini sering jauh lebih efektif dibanding langsung mengejar keyword pendek yang dikuasai situs besar.

Cara Mencari Keyword Volume Tinggi Persaingan Rendah

1. Mulai dari topik utama yang relevan

Langkah pertama adalah menentukan topik besar yang sesuai dengan niche website Anda. Misalnya, jika Anda punya blog digital marketing, topik utamanya bisa meliputi SEO, content marketing, email marketing, atau iklan online.

Dari satu topik, buat daftar ide keyword awal. Jangan terlalu fokus pada data di tahap ini. Tujuannya adalah mengumpulkan banyak kemungkinan.

Contoh ide awal dari topik SEO:

  • riset keyword
  • keyword untuk blog
  • cara mencari keyword
  • tools keyword gratis
  • keyword SEO pemula

2. Gunakan Google Suggest dan People Also Ask

Salah satu cara termudah mencari keyword adalah memanfaatkan fitur gratis dari Google. Saat Anda mengetik kata kunci di kolom pencarian, Google akan menampilkan saran pencarian otomatis. Saran ini muncul berdasarkan perilaku pencarian pengguna, sehingga cukup berguna untuk menemukan keyword turunan.

Selain itu, perhatikan bagian People Also Ask dan pencarian terkait di bagian bawah hasil pencarian. Dari sini, Anda bisa menemukan pertanyaan spesifik yang sering dicari audiens.

Misalnya dari keyword “cara mencari keyword”, Anda mungkin menemukan variasi seperti:

  • cara mencari keyword YouTube
  • cara mencari keyword SEO
  • cara mencari keyword volume tinggi persaingan rendah
  • tools keyword gratis terbaik

Biasanya, keyword yang berbentuk pertanyaan atau frasa panjang punya persaingan yang lebih rendah.

3. Pakai tools riset keyword

Untuk mendapatkan data volume pencarian dan tingkat persaingan, Anda perlu bantuan tools. Beberapa tools yang umum digunakan antara lain:

  • Google Keyword Planner untuk data dasar volume pencarian.
  • Ubersuggest untuk melihat volume, SEO difficulty, dan ide keyword turunan.
  • Ahrefs untuk analisis keyword difficulty yang lebih detail.
  • SEMrush untuk riset kata kunci dan analisis kompetitor.
  • Keyword Surfer sebagai ekstensi ringan untuk melihat estimasi volume langsung di Google.

Saat menggunakan tools, perhatikan tiga hal utama:

  • Search volume: seberapa sering keyword dicari per bulan.
  • Keyword difficulty: seberapa sulit keyword tersebut untuk diranking.
  • Search intent: tujuan pengguna saat mengetik keyword itu.

Jangan hanya terpaku pada volume. Keyword dengan volume 500–2000 per bulan tetapi intent-nya jelas sering lebih berharga dibanding keyword 10.000 yang terlalu umum.

4. Prioritaskan long-tail keyword

Long-tail keyword adalah frasa yang lebih panjang dan spesifik. Meski volume pencariannya sering lebih kecil dari keyword utama, peluang ranking-nya biasanya lebih baik. Selain itu, pengunjung dari long-tail keyword umumnya sudah tahu apa yang mereka cari.

Contoh perbandingan:

  • Keyword umum: laptop murah
  • Long-tail keyword: laptop murah untuk mahasiswa desain grafis

Keyword kedua lebih spesifik, lebih jelas intent-nya, dan biasanya lebih mudah masuk halaman pertama Google.

5. Analisis hasil pencarian di halaman pertama Google

Ini langkah yang sering diabaikan, padahal sangat penting. Setelah menemukan keyword menarik, cari keyword tersebut di Google dan lihat siapa yang sudah ranking di halaman pertama.

Perhatikan beberapa hal berikut:

  • Apakah hasil pencarian didominasi website besar?
  • Apakah kontennya sangat lengkap dan otoritatif?
  • Apakah ada forum, blog kecil, atau situs dengan artikel sederhana yang ikut ranking?
  • Apakah judul dan isi kontennya benar-benar menjawab intent pengguna?

Jika halaman pertama dipenuhi brand besar seperti Wikipedia, marketplace raksasa, atau media nasional, keyword itu mungkin cukup berat. Namun jika ada blog niche, forum, atau artikel dengan kualitas sedang, itu bisa menjadi peluang.

6. Cek intent pencarian, bukan hanya angka

Keyword yang bagus bukan hanya yang volumenya tinggi dan persaingannya rendah, tetapi juga yang sesuai dengan tujuan konten Anda. Inilah yang disebut search intent.

Secara umum, intent dibagi menjadi beberapa jenis:

  • Informational: pengguna ingin mencari informasi.
  • Navigational: pengguna ingin menuju situs tertentu.
  • Commercial investigation: pengguna sedang membandingkan pilihan.
  • Transactional: pengguna siap membeli atau melakukan aksi.

Misalnya, keyword “cara memilih hosting untuk blog” punya intent informasional dan komersial. Ini bagus untuk artikel edukatif yang mengarah ke CTA affiliate atau layanan.

Tips Praktis Agar Tidak Salah Pilih Keyword

Berikut beberapa tips sederhana yang bisa langsung diterapkan:

  • Fokus pada relevansi, bukan hanya volume besar.
  • Pilih keyword yang sesuai otoritas website. Website baru sebaiknya mulai dari keyword yang lebih spesifik.
  • Gabungkan data tools dan analisis manual agar hasil lebih akurat.
  • Buat cluster keyword supaya satu topik bisa dikembangkan jadi beberapa artikel terkait.
  • Perhatikan tren musiman jika keyword terkait event, promosi, atau momen tertentu.

Kesalahan Umum Saat Mencari Keyword

Banyak orang melakukan riset keyword, tetapi hasilnya kurang maksimal karena terjebak pada kesalahan yang sama. Beberapa di antaranya:

  • Memilih keyword hanya karena volume tinggi.
  • Mengabaikan intent pencarian pengguna.
  • Tidak mengecek halaman hasil pencarian secara manual.
  • Terlalu banyak menargetkan keyword pendek yang sangat kompetitif.
  • Tidak mempertimbangkan kualitas konten kompetitor.

SEO bukan hanya soal menemukan angka yang terlihat bagus di tools. Anda juga perlu membaca situasi kompetisi secara nyata di Google.

Strategi Sederhana untuk Pemula

Jika Anda baru mulai, gunakan pendekatan yang sederhana. Cari keyword dengan volume cukup baik, persaingan rendah, dan topik yang bisa Anda bahas dengan mendalam. Setelah itu, buat artikel yang lebih lengkap, lebih jelas, dan lebih relevan daripada kompetitor.

Strategi dasar yang bisa dicoba:

  1. Tentukan satu topik utama.
  2. Kumpulkan 20–30 keyword turunan.
  3. Pilih 5 keyword long-tail paling potensial.
  4. Analisis SERP untuk masing-masing keyword.
  5. Tulis konten yang benar-benar menjawab kebutuhan pembaca.

Dengan cara ini, Anda tidak hanya mengejar trafik, tetapi juga membangun fondasi SEO yang lebih kuat dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Cara mencari keyword volume tinggi persaingan rendah tidak cukup hanya mengandalkan tools, tetapi juga perlu pemahaman tentang intent pencarian, analisis kompetitor, dan relevansi dengan niche Anda. Keyword terbaik adalah keyword yang memberi peluang ranking realistis sekaligus mendatangkan audiens yang tepat.

Mulailah dari topik yang dekat dengan kebutuhan pembaca, manfaatkan Google Suggest dan tools riset keyword, lalu cek hasil pencarian secara manual sebelum membuat konten. Dengan proses yang konsisten, Anda bisa menemukan banyak peluang keyword yang sering diabaikan kompetitor.

Coba terapkan langkah-langkah di atas saat merencanakan artikel berikutnya, lalu bagikan pengalaman Anda di kolom komentar. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa share ke teman yang juga sedang belajar SEO.

Advertisement
Advertisement
Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Coba aplikasi TipsdanTrik.web.id

Tambahkan aplikasi TipsdanTrik di smartphone tanpa install, buka TipsdanTrik dengan browser Chrome di smartphone. Kemudian klik ikon 3 titikdi browser dan pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya klik aplikasi TipsdanTrik dari layar utama smartphone Anda.